SEMARANG, Tabayuna.com
— Penguatan tata kelola layanan bagi peserta didik penyandang disabilitas menjadi fokus penelitian Dr. H. Supriyono, S.Pd.I., M.Pd., Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang sekaligus Ketua Umum Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat.


Gagasan tersebut berhasil dipertahankan Supriyono dalam Sidang Promosi Doktor Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Senin (24/8/2026), di Kampus I Universitas Wahid Hasyim Semarang.


Dalam sidang tersebut, Supriyono mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Tata Kelola Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk Mendukung Pendidikan Inklusif di Madrasah” di hadapan tujuh orang penguji. Salah satu penguji eksternal adalah Dr. H. Imam Bukhori, Kasubdit Bina Guru MA/MAK, Direktorat GTK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.


Setelah melalui seluruh rangkaian sidang dan dinyatakan lulus, Supriyono resmi menyandang gelar Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan spesifikasi Pendidikan Islam Inklusif. Ia tercatat sebagai Doktor ke-42 Universitas Wahid Hasyim Semarang.


Disertasi yang dikembangkan Supriyono menawarkan model tata kelola Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif di madrasah. Model tersebut diarahkan untuk memastikan layanan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas berlangsung secara terencana, kolaboratif, berkelanjutan, serta berorientasi pada pemenuhan hak dan kebutuhan peserta didik dengan berbasis etik pendidikan Islam.


Momentum akademik tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang Ta’yinul Biri Bagus Nugroho bersama Kasi Pendidikan Madrasah Harun Al Rasyid. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Semarang M. Taufiqur Rahman, jajaran pengawas madrasah dan PAI, pengurus ULD Kemenag Kabupaten Semarang, pengurus FPMI Kabupaten Semarang, serta sejumlah guru madrasah.


Sebagai atasan sekaligus pimpinan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Ta’yinul Biri Bagus Nugroho turut menyampaikan kesan dan pesan atas perjuangan akademik Supriyono hingga berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya.


Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan secara personal dan institusional, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan inklusif di madrasah.


Gelar doktor dengan spesifikasi Pendidikan Islam Inklusif yang diraih Supriyono menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mendorong terwujudnya madrasah yang ramah, inklusif, dan mampu memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.


Selain menjalankan tugas sebagai Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Supriyono juga aktif dalam pengembangan gerakan pendidikan inklusif melalui Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI). Sebagai Ketua Umum FPMI Pusat, ia terus mendorong penguatan kapasitas pendidik dan tata kelola madrasah dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkelanjutan.


Dengan diraihnya gelar doktor tersebut, Supriyono diharapkan semakin memperkuat kontribusi akademik, profesional, dan kelembagaannya dalam pengembangan pendidikan Islam inklusif, khususnya dalam membangun sistem layanan disabilitas yang efektif dan terintegrasi di lingkungan madrasah dengan rahmah, inklusif, kolaboratif dan Istiqamah.


Pendidikan inklusif bukan sekadar membuka akses, tetapi memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang secara setara.


Temanggung, Tabayuna.com - Band asal Temanggung, PAPA KEREN, kembali menghadirkan karya terbaru melalui perilisan single kedua berjudul "Barisan Kelaran" yang resmi diluncurkan pada 1 Agustus 2026. Lagu ini menjadi langkah lanjutan perjalanan musikal PAPA KEREN setelah single perdana mereka, sekaligus menegaskan komitmen band untuk terus menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

PAPA KEREN merupakan grup band asal Temanggung, Jawa Tengah, yang mengusung semangat berkarya melalui musik dengan pesan-pesan positif. Setelah merilis single perdana, kini PAPA KEREN kembali memperkenalkan single kedua berjudul "Barisan Kelaran", yang resmi dirilis pada 2 Agustus 2026 sebagai bagian dari perjalanan mereka untuk terus memberikan kontribusi bagi perkembangan musik Indonesia.

"Barisan Kelaran" merupakan lagu yang mengangkat semangat kebersamaan, perjuangan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan balutan aransemen musik yang energik dan lirik yang mudah diingat, lagu ini diharapkan mampu menjadi penyemangat sekaligus mengajak para pendengar untuk terus melangkah bersama dalam setiap situasi.

Sebagai band yang lahir dan berkembang di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, PAPA KEREN ingin menghadirkan warna musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki pesan positif. Melalui "Barisan Kelaran", PAPA KEREN berupaya memperkenalkan identitas musikal mereka yang khas, memadukan nuansa lokal dengan sentuhan musik modern sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Perilisan single kedua ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan PAPA KEREN dalam industri musik Indonesia. Band ini berharap "Barisan Kelaran" dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas dan menjadi inspirasi bagi siapa pun yang sedang berjuang meraih harapan dan cita-cita.

PAPA KEREN mengajak seluruh pencinta musik Indonesia untuk mendengarkan, membagikan, dan memberikan dukungan terhadap karya terbaru ini. Dukungan dari para pendengar menjadi motivasi bagi PAPA KEREN untuk terus berkarya dan menghadirkan lagu-lagu berkualitas di masa mendatang. (*)


TEMANGGUNG, Tabayuna.com
– Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi membuka rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan institusi yang terus bertumbuh. Pendaftaran dibuka mulai 23 hingga 31 Juli 2026. Informasi tersebut diumumkan melalui kanal resmi kampus inisnu.ac.id. dan Instagram inisnu_temanggung.

‎Rektor Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan bahwa rekrutmen kali ini membuka kesempatan bagi tenaga pendidik untuk mengisi formasi Dosen S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Dosen S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Dosen S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Dosen S2 Hukum Keluarga Islam (HKI).

‎"Untuk formasi dosen S1 PIAUD, S1 PGMI dan S1 PAI minimal lulusan S2 dan diutamkaan S3. Formasi dosen S2 HKI syaratnya S2 HKI," kata Ibda. 

‎Selain dosen, INISNU Temanggung juga membuka formasi tenaga kependidikan yang meliputi Staf Akademik Pascasarjana (1 orang), Staf Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) (1 orang), Laboran (1 orang), serta Operator (1 orang).

‎Ibda mengatakan bahwa rekrutmen ini menjadi bagian dari upaya INISNU Temanggung memperkuat kualitas layanan akademik, administrasi, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan kampus Nahdlatul Ulama tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, INISNU Temanggung terus menunjukkan perkembangan melalui berbagai capaian akademik, akreditasi, prestasi dosen dan mahasiswa, serta perluasan jejaring kerja sama. 


‎Calon pelamar dapat mengirimkan berkas lamaran melalui surat elektronik [sdminisnutmg@gmail.com] dengan subjek "Lamaran Dosen" bagi pelamar dosen dan "Lamaran Tendik" bagi pelamar tenaga kependidikan. 

‎Berkas juga dapat dikirim melalui pos ke Kampus INISNU Temanggung, Jalan Suwandi Suwardi Km. 1, Srimpibaru, Madureso, Temanggung 56219.

‎Panitia juga menyediakan layanan informasi melalui nomor 0822-2945-1295 atau 0813-2833-6178.

‎Tahapan Seleksi

‎Seleksi akan dilaksanakan secara bertahap dengan jadwal sebagai berikut:

‎-23–31 Juli 2026: Sosialisasi dan pendaftaran.

‎-1 Agustus 2026: Masa sanggah.

‎-4 Agustus 2026: Tes Potensi Akademik, TOEFL, dan Microteaching.

‎-5 Agustus 2026: Penetapan peserta lolos Tahap I.

‎-6 Agustus 2026: Pengumuman dan pemberitahuan tes tahap berikutnya.

‎-7 Agustus 2026: Tes wawancara.

‎-8 Agustus 2026: Penetapan hasil seleksi.

‎-11 Agustus 2026: Pengumuman akhir.

‎-12–13 Agustus 2026: Pemberkasan.

‎-26 Agustus 2026: Orientasi kerja dan arahan.

‎Melalui rekrutmen ini, INISNU Temanggung mengundang putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kompetensi akademik, integritas, serta komitmen terhadap pengembangan pendidikan tinggi untuk bergabung menjadi bagian dari sivitas akademika kampus. 

‎Informasi rinci dapat diunduh melalui Surat Edaran Rektor. Download DI SINI. (*)


SEMARANG, Tabayuna.com
— Dalam upaya menumbuhkan budaya komunikasi yang anggun, efektif, dan berwibawa di lingkungan pendidikan, Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Dewi Kunthi Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sukses menyelenggarakan agenda pengembangan diri bertajuk "Public Speaking for Teacher".

Kegiatan yang sarat akan nilai-nilai edukatif dan kebahasaan ini dipusatkan di SDN Patemon 02 pada Rabu, 22 Juli 2026. Berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme tinggi mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, forum ilmiah ini menjadi ruang kaji yang hangat bagi para pendidik.

Tidak kurang dari 100 insan pendidik yang terdiri atas guru sekolah dasar se-Gugus Dewi Kunthi hadir memadati lokasi acara. Kehadiran para peserta yang antusias merefleksikan dahaga intelektual yang tinggi untuk terus meningkatkan derajat profesionalisme serta kualitas kepemimpinan pedagogis mereka.

Guna memberikan kedalaman materi dan wawasan ilmiah yang komprehensif, KKG Gugus Dewi Kunthi menghadirkan narasumber yang sangat mumpuni di bidang kebahasaan dan retorika, yaitu Diyamon Prasandha, S.Pd., M.Pd., akademisi sekaligus dosen bahasa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Fokus utama pembahasan dalam pelatihan ini tertuju pada seni retorika berbicara, khususnya tatkala seorang pendidik mengemban amanah sebagai pewara (Master of Ceremony) dalam pelbagai perhelatan resmi sekolah maupun forum formal kemasyarakatan.

Dalam pemaparannya yang memikat, Diyamon menekankan bahwa menjadi seorang pewara tidak sekadar urusan membacakan lembaran susunan acara dari awal hingga akhir, melainkan sebuah keahlian memimpin suasana dengan keindahan tutur kata.

"Asal memandu acara barangkali setiap orang bisa, namun tidak semua mampu memandu acara secara memesona dan sesuai kaidylah bahasa," ujar Diyamon di hadapan seratusan peserta yang menyimak dengan penuh perhatian.

Pernyataan filosofis tersebut menegaskan bahwa daya pikat seorang pembawa acara terletak pada harmonisasi antara artikulasi yang presisi, kedalaman makna, serta kepatuhan terhadap kaidah kebahasaan yang berlaku tanpa mengorbankan estetika.

Lebih lanjut, Diyamon membongkar anggapan keliru yang selama ini membelenggu para guru terkait penerapan bahasa formal. Menurutnya, kesantunan dan kepatuhan pada tata bahasa baku tidak boleh menjelma menjadi benteng kaku yang merusak kehangatan komunikasi.

"Bahasa baku tak harus kaku," tegas Dosen UNNES tersebut. Ia menggarisbawahi pentingnya keluwesan tutur kata agar pesan yang disampaikan mampu meresap dengan elok ke sanubari setiap pendengar.

Sesi materi menjadi semakin bernas tatkala narasumber membedah secara mendalam berbagai problematika diksi yang acap kali keliru digunakan dalam praktik kepewaraan di lingkungan sekolah, seperti kekeliruan pemakaian kata depan, pleonasme, hingga intonasi yang kurang tepat.

Pembahasan mengenai problematika diksi ini menjadi cermin reflektif bagi bapak dan ibu guru peserta KKG, yang selama ini kerap dihadapkan pada keraguan dalam memilih padanan kata yang tepat saat memandu prosesi acara formal.

Atmosfer pelatihan terasa begitu dinamis dan menyenangkan. Para peserta menyerap setiap bulir ilmu dengan antusiasme tinggi, mengingat topik retorika publik dan kepewaraan secara komprehensif semacam ini terbilang langka dan sangat berharga dalam forum KKG.

Kehangatan acara kian membuncah ketika memasuki sesi unjuk kerja. Beberapa perwakilan guru dengan penuh keberanian dan keanggunan melangkah ke depan untuk mempraktikkan perannya sebagai pewara di bawah pengamatan langsung narasumber.

Umpan balik konstruktif, bimbingan artikulasi, hingga penataan vokal diberikan secara kontekstual oleh Diyamon kepada para guru yang berpraktik, menciptakan suasana belajar interaktif yang kaya akan wawasan practical.

Perhelatan bernilai tinggi ini ditutup secara resmi pada pukul 15.00 WIB, meninggalkan rekam jejak inspiratif bagi KKG Gugus Dewi Kunthi untuk terus berkomitmen melahirkan insan pendidik yang tidak hanya unggul dalam mengajar, tetapi juga memesona dalam bertutur kata.